
JURNAL
Kisah Gastronomi, Budaya, Lanskap, dan Tradisi yang Terus Hidup
Menjelajahi Tomohon, Minahasa, dan Sulawesi Utara melalui cita rasa, manusia, alam, serta pengalaman perjalanan yang bermakna.
Selamat Datang di Jurnal
Setiap tempat memiliki kisahnya sendiri.
Sebagian kisah lahir dari dapur keluarga, ketika resep diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Sebagian lainnya tumbuh di pasar-pasar tradisional yang dipenuhi hasil panen musiman, dalam percakapan bersama para petani dan perajin, di sekeliling meja makan yang hangat, atau sepanjang jalan yang melintasi pegunungan vulkanik, hutan, danau, serta desa-desa di dataran tinggi Minahasa.
Jurnal ini mengundang Anda untuk mengenal Sulawesi Utara melalui gastronomi yang hidup, keramahan masyarakatnya, tradisi budaya yang tetap lestari, serta orang-orang yang terus menjaga dan membentuk warisan tersebut.
Lebih dari sekadar memperkenalkan destinasi, setiap tulisan menghadirkan hubungan yang erat antara makanan, lanskap, ingatan, komunitas, dan irama kehidupan sehari-hari.
Baik Anda sedang merencanakan perjalanan pertama maupun kembali untuk menikmati musim yang berbeda, kami mengundang Anda untuk melambat sejenak, membaca dengan penuh rasa ingin tahu, dan menemukan kisah-kisah yang menjadikan wilayah ini begitu istimewa.


“Setiap perjalanan dimulai oleh rasa ingin tahu. Setiap meja makan yang dibagikan melahirkan sebuah kisah.
Dan setiap kisah selalu menjadi undangan untuk kembali.”

Koleksi Editorial
Delapan Volume. Satu Kisah yang Terus Hidup.
Jurnal ini disusun dalam delapan volume editorial. Setiap volume mengangkat sisi berbeda dari kehidupan di Tomohon, Minahasa, dan Sulawesi Utara—mulai dari gastronomi, perjalanan lambat (slow travel), budaya, lanskap, hingga panduan praktis untuk menikmati perjalanan secara lebih bermakna.
Bersama-sama, kedelapan volume ini membentuk sebuah koleksi yang terus berkembang, merayakan kekayaan budaya yang hidup dari generasi ke generasi.
VOLUME I
Kisah Gastronomi
Cita Rasa yang Membentuk Sebuah Budaya
Gastronomi bukan sekadar apa yang tersaji di atas meja makan. Ia merupakan cerminan dari alam, musim, sejarah, ingatan, serta kehidupan masyarakat.
Temukan kisah tentang bahan pangan lokal, resep tradisional, pasar rakyat, para produsen, tradisi kuliner, dan gastronomi sehari-hari yang membentuk identitas Tomohon dan Minahasa.
Artikel Pilihan
Asal Usul Meja Makan Minahasa
VOLUME II
Perjalanan Lambat
Melampaui Sekadar Destinasi
Perjalanan yang bermakna bukan tentang seberapa banyak tempat yang dikunjungi, melainkan tentang waktu yang diberikan untuk melihat, mendengar, mencicipi, dan menjalin hubungan.
Temukan perjalanan yang tumbuh melalui percakapan, berjalan kaki di desa, memasuki dapur keluarga, mengunjungi kebun, hutan, dan menikmati perjumpaan sehari-hari.
Artikel Pilihan
Mengapa Slow Travel Sangat Bermakna di Sulawesi Utara
VOLUME III
Kisah Perjumpaan
Orang-Orang di Balik Setiap Perjalanan
Setiap perjalanan yang berkesan selalu dimulai dengan sebuah perjumpaan.
Kenali para petani, juru masak, perajin, musisi, petani bunga, pedagang pasar, dan anggota masyarakat yang melalui pengetahuan serta keramahan mereka menghadirkan jiwa sejati Sulawesi Utara.
Artikel Pilihan
Perjumpaan yang Menjadi Kenangan
VOLUME IV
Tradisi yang Terus Hidup
Budaya yang Terus Dijalani
Tradisi tetap bernilai karena terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Temukan upacara adat, musik, tarian, kerajinan, semangat gotong royong, ritual, dan berbagai kebiasaan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.
Artikel Pilihan
Tradisi Hidup Masyarakat Minahasa
VOLUME V
Rumah Kehidupan & Pertanian
Tempat Keramahtamahan Dimulai
Sebagian pengalaman paling berkesan terjadi di sekitar meja makan keluarga, di dapur desa, kebun rumah, dan lahan pertanian.
Masuklah ke rumah-rumah tempat keramahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, di mana setiap tamu diterima sebagai sahabat, bukan sekadar wisatawan.
Kenali rumah-rumah keluarga, kebun pangan, pertanian dataran tinggi, serta tempat-tempat di mana tradisi kuliner tetap diwariskan dari generasi ke generasi.
Artikel Pilihan
Rumah Kehidupan: Menemukan Minahasa melalui Keramahtamahan Keluarga
VOLUME VI
Lanskap
Alam yang Membentuk Cita Rasa
Gunung berapi, dataran tinggi yang subur, hutan, danau, perkebunan, ladang bunga, serta bentang alam pertanian membentuk identitas gastronomi Sulawesi Utara.
Setiap lanskap memengaruhi hasil panen, bahan pangan, teknik memasak, serta cara hidup masyarakat.
Temukan bagaimana alam membentuk cita rasa khas Minahasa.
Artikel Pilihan
Lanskap yang Melahirkan Cita Rasa
VOLUME VII
Irama Sepanjang Tahun
Mengikuti Musim, Panen, dan Perayaan
Sepanjang tahun, panen, festival, perayaan desa, hari jadi kampung, tradisi keagamaan, pertemuan keluarga, dan jamuan makan bersama membentuk kalender kehidupan masyarakat Minahasa.
Setiap musim menghadirkan bahan pangan baru, cerita baru, dan pengalaman baru.
Temukan bagaimana kehidupan masyarakat bergerak mengikuti irama alam dan tradisi.
Artikel Pilihan
Irama Kehidupan Sepanjang Tahun di Sulawesi Utara
VOLUME VIII
Catatan Perjalanan
Panduan Praktis untuk Perjalanan yang Bermakna
Perjalanan menjadi lebih kaya ketika disertai pemahaman terhadap budaya setempat.
Catatan Perjalanan menyajikan informasi praktis mengenai adat istiadat, etika makan, musim terbaik untuk berkunjung, rekomendasi perjalanan, wisata yang bertanggung jawab, serta berbagai wawasan untuk membantu Anda memahami kehidupan masyarakat Minahasa.
Baik sebelum berangkat maupun selama perjalanan, kumpulan tulisan ini akan membantu Anda menjelajah dengan rasa ingin tahu, penghormatan, dan percaya diri.
Artikel Pilihan
Perjalanan Pertama Anda ke Sulawesi Utara
Mulailah Membaca
Temukan Jurnal Sesuai Minat Anda
Setiap pembaca memiliki cara berbeda untuk menjelajah.
Pilih jalur yang paling menginspirasi Anda.
Melalui Gastronomi
Volume I → III → V
Ikuti kisah bahan pangan, para produsen, dapur keluarga, dan tradisi makan bersama.
Melalui Budaya
Volume IV → VII → III
Temukan tradisi, upacara, perayaan, dan orang-orang yang terus menjaganya.
Melalui Lanskap
Volume VI → I → II
Lihat bagaimana gunung, hutan, danau, dan lahan pertanian membentuk identitas daerah ini.
Mengikuti Musim
Volume VII → I → VI
Nikmati perubahan musim melalui panen, festival, dan bahan pangan musiman.
Sebelum Anda Berkunjung
Volume VIII → II → V
Persiapkan perjalanan Anda melalui berbagai panduan praktis sebelum merasakan langsung keramahan masyarakat Minahasa.
Artikel Pilihan
Pilihan editorial dari berbagai tulisan terbaru dan paling menginspirasi di seluruh delapan volume.
Beberapa artikel yang dapat Anda mulai:
• Asal Usul Meja Makan Minahasa
• Hari Minggu di Sekitar Meja Makan
• Memasak di Dalam Bambu
• Mengikuti Musim Panen Cengkih
• Saguer, Kopi, dan Percakapan
• Lanskap yang Melahirkan Cita Rasa
• Kuncikan: Mengawali Tahun dengan Meja Terbuka
• Mengapa Slow Travel Bermakna di Sulawesi Utara
Sorotan Musim Ini
Apa yang Sedang Berlangsung
Setiap musim menghadirkan wajah baru Sulawesi Utara.
Ikuti panen musiman, festival gastronomi, perayaan desa, pasar tradisional, acara budaya, serta berbagai pengalaman yang sedang berlangsung.
Lanjutkan Perjalanan
Dari Kisah Menjadi Pengalaman
Setiap kisah dalam Jurnal ini terhubung dengan tempat nyata, keluarga, masyarakat, dan pengalaman yang dapat Anda alami sendiri.
Temui para tuan rumah lokal, nikmati hidangan bersama keluarga, kunjungi kebun dan desa, serta rasakan langsung gastronomi hidup Tomohon, Minahasa, dan Sulawesi Utara melalui pengalaman yang dirancang secara penuh makna.
Explore
• Perjalanan Gastronomi
• Koleksi Rumah Kehidupan
• Bertemu Tuan Rumah Lokal
• Pengalaman Musiman
Berlangganan Jurnal
Tetap Terhubung dengan Irama Sulawesi Utara
Dapatkan kisah-kisah terbaru, catatan musiman, kalender festival, inspirasi gastronomi, serta ide perjalanan sepanjang tahun.

Sulawesious
Encounters
Voyages Gastronomiques d’Exception
Tomohon • Minahasa • Nord Sulawesi
Nourrir votre corps, votre âme et votre esprit.
Menutrisi Tubuh, Jiwa & Roh
Le Journal de Sulawesious Encounters documente les pratiques culinaires, les paysages, les traditions, l’hospitalité locale et les rencontres humaines à travers Tomohon et le nord de Sulawesi, grâce à des récits lents, des narrations visuelles et une observation culturelle.